Photo by Bret Kavanaugh on Unsplash
Manusia lahir dengan membawa kecerdasannya masing-masing. Kecerdasan ini berkaitan erat dengan perasaan. Dengan adanya perasaan maka akan ada ruang dan waktu didalamnya.
Sejak dilahirkan kedunia, manusia sudah memiliki perasaan. Meskipun manusia lahir dalam keadaan putih, suci, dan bersih bagaikan selembar kertas namun didalamnya sudah mulai terbentuk perasaan-perasaan yang nantinya berkembang menjadi sebuah kecerdasan.
Seperti kecerdasan matematis, tak semua orang mempunyai kecerdasan ini, dimana dia bisa mengatasi berbagai masalah dengan cara yang bagus. Menurut Bobbi de Porter kecerdasan matematis adalah kecerdasan yang mencakup kemampuan menghitung, menyelesaikan masalah, bereksperimen dan dapat mengungkapkan fakta.
Kecerdasan matematis ini umumnya dimiliki oleh seorang akuntan, programmer, dan ilmuan. Biasanya mereka mempunyai ciri-ciri seperti mempunyai visual yang kuat, memiliki daya ingat yang tinggi, senang dan mampu memecahkan sebuah teka-teki, menyukai materi statistik daripada tulisan dan berpikir kritis.
Terbentuknya kecerdasan ini bukan hanya bawaan lahir atau keturunan dari gen orang tua namun bisa juga karena faktor lingkungan, nutrisi yang diberikan atau bahkan faktor kejiwaan. Emosi sangat berperan penting dalam membentuk minat dan kecerdasan seorang anak.
Seperti kisah Barbara McClintock, dia mampu menemukan solusi yang sangat tepat disaat-saat keadaan genting melandanya. Saat itu, McClintock dan teman-teman penelitinya sedang mengalami masalah besar pada bidang agrikultur.
Proses sterilisasi tidak berjalan dengan semestinya, sampai berminggu-minggu tidak ada seorangpun dari timnya yang dapat mencari solusi untuk permasalahan itu. McClintock akhirnya memilih menyendiri untuk mencari solusi apa yang tepat. Dia tidak membutuhkan waktu lama, McClintock keluar dari tempat persembunyiannya lalu menjabarkan semua analisisnya dan terbukti ternyata berhasil.
Dari cerita tersebut dapat dipetik bahwa seorang dengan kecerdasan matematis dapat memecahkan sebuah masalah dengan otak analisis mereka, otaknya dapat bekerja seperti sebuah komputer.
Kecerdasan manusia bukan cuma kecerdasan matematis namun ada banyak juga kecerdasan yang dapat terjadi di manusia, seperti kecerdasan bahasa, kecerdasan spasial, kecerdasan naturistik, kecerdasan musikal, kecerdasan kinestetik, kecerdasan eksistensial, kecerdasasan intrapersonal dan kecerdasan interpersonal.
Kecerdasan ini yang nantinya membawa manusia menjadi profesi yang diinginkan. Berbagai macam profesi terbentuk akibat dari kecerdasan masing-masing manusia. Seorang dokter memiliki kecerdasan yang berbeda dengan seorang pelukis, keduanya memiliki bakat di bidangnya masing-masing.
Maka dari itu, setiap orang berhak untuk menentukan pilihannya sesuai dengan minat dan kemampuan yang ada didalam dirinya. Karena sejatinya memaksakan apa yang tidak sesuai dengan kemampuan akan sangat sulit dilakukan dan menjadi beban tersendiri di dalam dirinya.

0 Komentar
Senang berkelana denganmu